Jangan Putus Asa Sahabatku

11:44:00 AM

Jangan Putus Asa Sahabatku - Dua pasang mata sekalipun seakan tidak percaya ketika layar komputer menampilkan nilai hasil Ujian Semester sahabatku yang sangat mengecewakan. Ya, sangat mengecewakan. Indeks Prestasi (IP) "NASAKOM" (nasib satu koma) harus dialami oleh sahabat saya. Betapa tidak, perjuangan dan jerih payahnya selama semester ini seakan tidak ada artinya ketika dia harus merasakan hal ini. Belum lagi kesedihan orang tuanya jika tahu akan hal ini.

jangan putus asa sahabatku - catatan bryant
~ pic: google.com ~

Kesedihan tentu pula berkecamuk di hati saya sebagai seorang sahabat. Betapa tidak, sahabat saya memiliki harapan yang begitu besar untuk dapat nilai yang baik, walaupun pas-pasan setidaknya bisa lulus.

Kita flashback sedikit.

Sahabat saya lahir dari latar belakang keluarga yang hidup pas-pasan. Bekal untuk kehidupan mereka sangatlah kurang apabila dibandingkan dengan kebanyakan orang. Rasa iba mudah sekali dirasakan oleh setiap orang yang mengenal keluarga mereka.
Sahabat saya ini baru menginjakkan kaki di semester satu, kemudian dengan tekad yang besar, orangtuanya dengan susah payah berusaha memenuhi kebutuhan pendidikan dan kehidupannya.
 Dibandingkan dengan saya yang sudah menginjak semester yang lebih tinggi, sahabat saya ini merupakan mahasiswa yang baru saja menapakkan diri di semester satu dengan biaya kuliah per semester yang lebih besar dari biaya kuliah saya. Perbedaan yang bahkan mencapai 200% ini, bahkan belum lagi dengan uang sewa tempat tinggal yang cukup tinggi.
Bayangkan betapa sulitnya orang tuanya berusaha memenuhi kebutuhannya.
Nilai yang mengharuskan dia mengontrak beberapa mata kuliah yang sama tahun depan tentu akan sangat memberatkannya, belum lagi dengan biaya yang semakin mahal.

Nampaknya sahabatku itu tidak tega kepada orang tuanya yang sudah berjuang susah payah membiayai pendidikannya. Tangisan penyesalan dan kesedihan hanya bisa terdengar sayup-sayup darinya.

Perjuangan keras orang tua yang kurang diimbangi dengan usaha kerasnya untuk giat belajar membawa dia pada suatu kesedihan betapa jerih lelah orangtuanya dibayar dengan nilainya yang tentu akan sangat mengecewakan mereka.

Bantuan berupa support dan dukungan moril saya berusaha terus berikan.
Mengajaknya tetap mengucap  syukur dan introspeksi diri nampaknya membuat dirinya sedikit lebih 'legowo'.

Sahabatku, masih ada banyak orang yang sangat peduli akan dirimu.

Kembali dekatkan diri dengan Sang Pencipta, syukuri AnugerahNya, dan berusaha untuk menjadi yang lebih baik lagi.

Intensifkan Doa, dan Jangan Pernah Putus Asa...


#Pelajaran Hidup

Berusahalah melakukan yang terbaik dalam hidupmu, karena engkau mungkin tidak pernah tahu betapa kerasnya orang-orang di sekitarmu berusaha untuk membantumu mewujudkan impianmu



you'll never walk alone, because i'll stand beside you until you can run.

 Keep Strong Friend...

You Might Also Like

7 komentar

  1. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete
  2. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete
  3. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete

Terima Kasih Untuk Komentar Anda.

Editor Picks

Pesona Batu Dinding Kilo Tiga - Amurang, Minahasa Selatan

Kategori

Catatanku (45) Catatan Ringan (20) Kampus (20) Galeri (17) Motor (16) Opini (16) Blogging (14) Pengalaman (14) CB150R (13) Acara (10) Photo Story (10) Perayaan (9) Travel (9) Bisnis (6) Pelayanan (6) Kehidupan (5) Fotografi (4) Monetize (4) Pelajaran Hidup (4) Politik (4) Hobi (3) Kuliner (3) Post by Email (3) Sahabat (3) Tekno (3) Event (2) Keluarga (2) Motivasi (2) Pemerintahan (2) Sulawesi Utara (2) Abstrak (1) Adventure (1) Broadcasting (1) Film (1) Kesehatan (1) Menulis (1) Musik (1) Radio (1) Review (1) Rohani (1)

visit north sulawesi - catatanbryant.com