Menentukan Pilihan, Hati Nurani dan Rasio harus Terlibat

11:01:00 AM

Catatan Bryant - Matahari belum sempat mengambil posisi tetapi dunia maya sudah dalam keadaan yang 'panas'. Tidaklah mengherankan, jagat dunia maya sudah banyak diambil alih oleh pemangku kepentingan untuk mempropagandakan berbagai visi dan misi untuk mempengaruhi persepsi penggiat dunia maya yang dalam hal ini adalah para pemuda dan remaja yang memiliki peran vital dalam kehadirannya di suatu bangsa atau negara.


Berbicara 'akhir-akhir ini' karena di tahun 2014 ini merupakan tahun 'politik' bagi negara Indonesia. Tanggal 9 April dan 9 Juli 2014 menjadi goresan sejarah dalam masa berlangsungnya demokrasi di negara ini.
Pemilu yang dimulai sejak zaman orde lama mencapai titik kulminasi sejak tahun 2004 dimana demokrasi menampakkan 'tajinya' dengan menghasilkan pemimpin negara yang dipilih oleh seluruh warga negara Indonesia lewat pemilihan langsung.

Back to Topic.

Berbicara soal pilihan tentunya merupakan hak prerogatif seseorang.
Pilihan menyangkut hak yang seharusnya tidak dapat diintervensi orang lain.

Memilih antara nomor urut 1 atau nomor urut 2 merupakan hak personal.

Memang, kampanye ataupun kegiatan lainnya merupakan langkah untuk dapat mempengaruhi pilihan dari masyarakat. Namun, semuanya kembali pada pilihan masing-masing.
Hal yang saya sesalkan adalah maraknya 'black campaign' yang marak terjadi sekarang.
Metode kampanye yang dulunya hanya melibatkan tataran audio-visual untuk menarik simpati, sekarang telah berubah dan memasuki tataran hal-hal yang prinsipnya personal, soal SARA, dan doktrin ideologi.

Pemilu yang tujuannya untuk menentukan pemimpin yang akan mempersatukan bangsa malah sekarang ini mulai diselewengkan dengan menciptakan disintegrasi bangsa. Berbeda pendapat boleh, tapi bukan berarti itu semua untuk menciptakan perpecahan.

Coba menilik proses demokrasi di negara-negara maju, mereka menjadikan pemilu sebagai sarana pendidikan politik bagi masyarakat, bukan ajang saling menjatuhkan dan mencerai-beraikan bangsa.

Sekali lagi, hati nurani dan rasio harus menjadi filter yang kuat sekarang ini.
Dengan hadirnya sekelompok orang yang saling menjatuhkan figur calon presiden yang diusung masing-masing membuat kita sebagai warga negara Indonesia yang memiliki hak pilih harus semakin selektif.

Harapan saya, semakin dekat Pemilu dilangsungkan maka akan semakin selektif pula kita mencerna berbagai informasi yang mempengaruhi minat memilih kita.

"menjatuhkan orang lain tidak serta merta membuat kita terlihat benar di mata orang lain"
Bryant


RAKYAT SEJAHTERA!
INDONESIA MAJU!

gambar: z-portofolio.blogspot.com

You Might Also Like

9 komentar

  1. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete
  2. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete
  3. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete
  4. Tulisannya dalam... Good job...!

    ReplyDelete

Terima Kasih Untuk Komentar Anda.

Editor Picks

Pesona Batu Dinding Kilo Tiga - Amurang, Minahasa Selatan

Kategori

Catatanku (45) Catatan Ringan (20) Kampus (20) Galeri (17) Motor (16) Opini (16) Blogging (14) Pengalaman (14) CB150R (13) Acara (10) Photo Story (10) Perayaan (9) Travel (9) Bisnis (6) Pelayanan (6) Kehidupan (5) Fotografi (4) Monetize (4) Pelajaran Hidup (4) Politik (4) Hobi (3) Kuliner (3) Post by Email (3) Sahabat (3) Tekno (3) Event (2) Keluarga (2) Motivasi (2) Pemerintahan (2) Sulawesi Utara (2) Abstrak (1) Adventure (1) Broadcasting (1) Film (1) Kesehatan (1) Menulis (1) Musik (1) Radio (1) Review (1) Rohani (1)

visit north sulawesi - catatanbryant.com