Shopious, Mengantarkan Toko Online ke Era Baru

10:34:00 AM

Catatan Bryant - Akhir-akhir ini mungkin kita sering mendengar tentang Shopious, yaitu sebuah startup yang cukup pesat perkembangannya di Indonesia.

Berkembang dengan konsep social commercestartup ini menjadi wadah berkumpulnya para penjual online di Media Sosial khususnya Instagram (mungkin beberapa waktu kemudian akan merambah medsos lainnyashopious) yang dapat kita lihat dari ke hari ke hari semakin banyak saja. Tidak heran, Shopious semakin dikenal baik oleh para penjual online maupun pembeli yang juga merupakan para penggiat media sosial.

Setali tiga uang, Shopious dengan cerdas menempatkan diri sebagai mall online dengan target market yang sangat besar, pengguna media sosial.
Data dari Statista.com menunjukkan betapa dahsyatnya penggunaan media sosial pada 2015 ini.
Grafik Jumlah Total Pengguna Media Sosial di Dunia Per Januari 2015 | sumber: Statista

Grafik Jumlah Total Pengguna Media Sosial di Dunia (dalam milyar) Per Januari 2015 | sumber: Statista

Sudah lihat?
Dalam penempatan target market sudah jelas, apalagi dalam eksekusinya *Salute

Sebagai aggregator toko online di Instagram, Shopius benar-benar menjadi solusi bagi para penjual di Instagram yang terkendala pada masalah visibilitas ataupun jaringan pertemanan maupun penggunaan hastag (#) yang rumit dan menyulitkan calon pembeli mencari barang yang dimaksud.

Mungkin ada yang bertanya, apa toko-toko online yang berjualan di Shopious.com terjamin?
Seleksi ketat tentu menjadi salah satu agenda kerja dari Shopious dalam menjaring para seller yang dapat dipercaya.

Dikutip dari Techinasia.com
"Awalnya, penjual bisa memasang produk mereka secara gratis. Tapi, jika suatu saat ada calon pembeli yang tertarik dan mulai memberi komentar pada suatu produk, sang penjual akan diberi pemberitahuan untuk mulai membayar layanan Shopious. Jika tidak mau membayar, maka penjual tersebut akan ‘diusir’ dari Shopious. Aditya menjelaskan bahwa hal ini dilakukan agar mereka bisa menyeleksi para penjual yang serius dengan yang tidak serius, atau bahkan dengan penipu."
Jangan kuatir, biaya yang dimaksud diatas sangat terjangkau.
Bagi para seller, dengan bergabung di Shopious dapat membuka kesempatan lebih besar untuk semakin menjaring para pembeli yang tidak hanya merupakan follower Instagram anda.

Dengan pertambahan barang yang berjumlah ribuan dalam sehari dan serta jumlah seller aktif yang berjumlah kurang lebih 1000-an dapat memberikan banyak pilihan bagi calon pembeli untuk melihat produk yang mereka inginkan dan bagi para penjual untuk menjual barangnya disana.

User interface yang sangat catchy & minimalist tentu memudahkan kita memahami deretan menu yang ada disana.

Masih penasaran dengan Shopious?
Video berikut mungkin sedikit mengobati rasa penasaran anda.

Masih belum cukup?
Gampang, langsung saja akses Shopious.com untuk info lebih lanjut.



Selamat berbelanja & berjualan.



*startup : perusahaan rintisan
*aggregator : pengumpul
*social commerce : Wikipedia "Social commerce adalah bagian dari electronic commerce (e-commerce) yang melibatkan penggunaan social media, media online yang mendukung interaksi sosial dan kontribusi user, dalam membantu proses pembelian barang/jasa secara online."

You Might Also Like

0 komentar

Editor Picks

Pesona Batu Dinding Kilo Tiga - Amurang, Minahasa Selatan

Kategori

Catatanku (45) Catatan Ringan (20) Kampus (20) Galeri (17) Motor (16) Opini (16) Blogging (14) Pengalaman (14) CB150R (13) Acara (10) Photo Story (10) Perayaan (9) Travel (9) Bisnis (6) Pelayanan (6) Kehidupan (5) Fotografi (4) Monetize (4) Pelajaran Hidup (4) Politik (4) Hobi (3) Kuliner (3) Post by Email (3) Sahabat (3) Tekno (3) Event (2) Keluarga (2) Motivasi (2) Pemerintahan (2) Sulawesi Utara (2) Abstrak (1) Adventure (1) Broadcasting (1) Film (1) Kesehatan (1) Menulis (1) Musik (1) Radio (1) Review (1) Rohani (1)

visit north sulawesi - catatanbryant.com