Jangan Lupa Bahagia

12:53:00 AM

Entah sejak kapan ungkapan ini menjadi tren di jagad netizen Indonesia. Biasanya ungkapan ini tersemat dalam caption foto di Instagram dan bahkan media sosial lainnya. Rata-rata mengenai indahnya alam bersama dengan sang pemilik foto.

Mary Gold and Mt Lokon - Tomohon
Namun catatan ringan CBC kali ini bukan untuk tren tersebut, namun lebih kepada perenungan terhadap ungkapan tadi:
"Jangan lupa bahagia."
Well, sebuah ungkapan yang mengingatkan kita bahwa perlunya sikap "peduli" akan diri sendiri.

Kita semua pasti setuju bahwa kebahagiaan dan kesejahteraan merupakan kebutuhan insan di muka bumi ini. Namun, ada begitu banyak hal yang mungkin merenggut nilai kebahagiaan dan rasa syukur diri kita. Dengan apa?

Simpel saja, LUPA BAHAGIA!

Kesibukan, stres, galau, ataupun banyak faktor lain mungkin saja membuat kita lupa tentang kebahagiaan dan syukur kita akan kehidupan ini. Salah satu agar tidak lupa bahagia adalah dengan memberikan waktu "penyegaran" terhadap diri sendiri. Misalnya dengan bepergian, rekreasi, menyalurkan hobi, dan sebagainya.

Rekreasi merupakan salah satu kebutuhan manusia yang sering diabaikan. Tidak heran banyak orang yang merasakan bosan dengan rutinitasnya. Hal ini bila dibiarkan berlarut-larut maka akan menimbulkan hal negatif, salah satu contoh kecilnya yaitu produktivitas menurun.

Tahukah anda tentang sejarah Hari Buruh Internasional tanggal 1 Mei (Mayday)? Tuntutan para pekerja waktu itu adalah tentang perjuangan hak seorang manusia dalam membagi waktu manusia beraktivitas menjadi waktu bekerja, waktu beristirahat, dan waktu rekreasi.

Beberapa hari lalu saya membaca beberapa artikel mengenai betapa workaholic - nya orang Jepang. Tidak heran tingkat stres dan kelelahan bekerja di negara tersebut cukup tinggi hingga membuat Pemerintah harus membuat peraturan agar para pekerja disana boleh mengambil waktu libur untuk dapat berekreasi ataupun beristirahat.

Next, Berapa usia anda saat ini?
Jangan lupa, semakin tinggi usia seseorang akan memberikan pengaruh terhadap aktivitas apa yang bisa ia lakukan. Jadi, selama ada kesempatan dan peluang membuat kesempatan, mari peduli terhadap diri sendiri walau hanya untuk sejenak.

Jangan lupa bahagia.


You Might Also Like

8 komentar

  1. terkadng kita emg lupa tuk brbhgia

    >peace<

    ReplyDelete
  2. Terima kasih, dari catatan anda saya semakin lebih menghargai lagi waktu yang saya punya

    ReplyDelete

Terima Kasih Untuk Komentar Anda.

Editor Picks

Pesona Batu Dinding Kilo Tiga - Amurang, Minahasa Selatan

Kategori

Catatanku (45) Catatan Ringan (20) Kampus (20) Galeri (17) Motor (16) Opini (16) Blogging (14) Pengalaman (14) CB150R (13) Acara (10) Photo Story (10) Perayaan (9) Travel (9) Bisnis (6) Pelayanan (6) Kehidupan (5) Fotografi (4) Monetize (4) Pelajaran Hidup (4) Politik (4) Hobi (3) Kuliner (3) Post by Email (3) Sahabat (3) Tekno (3) Event (2) Keluarga (2) Motivasi (2) Pemerintahan (2) Sulawesi Utara (2) Abstrak (1) Adventure (1) Broadcasting (1) Film (1) Kesehatan (1) Menulis (1) Musik (1) Radio (1) Review (1) Rohani (1)

visit north sulawesi - catatanbryant.com