Monday, November 10, 2014

"Jadul" is "Gak Gaul"? Think Again

Catatan Bryant - Kalau mendengar kata "jadul" aka "jaman dulu" mungkin kebanyakan orang akan berpikir hal-hal yang kuno, tidak relevan dengan zaman, atau yang lebih familiar orang muda bilang "gak gaul", dan lain sebagainya.

Bung Karno sebagai Mantan Presiden RI pernah mengeluarkan kata bijak yang terus dikenang sampai saat ini, Jas Merah (jangan sekali-kali melupakan sejarah). Hal ini tentu benar, karena kita tidak dapat memungkiri bahwa waktu sekarang adalah konsekuensi realistis dari apa yang pernah terjadi dahulu.
Mengubah masa lalu memang tidak mungkin, tapi merubah masa depan lewat kerja keras hari ini pasti bisa.

dok: google.com


Ok, back to topic "jadul".

Hari ini merupakan hari Pahlawan (10 November) yang diperingati oleh bangsa Indonesia atas perjuangan para pahlawan yang apabila kita menarik alur sejarah, peristiwa pertempuran di Surabaya yang terjadi pada 10 November 1945 silam merupakan salah satu lambang perjuangan Indonesia lewat gerakan tokoh-tokoh nasional untuk mempertahankan eksistensi proklamasi kemerdekaan RI yang berkumandang 17 Agustus 1945.


~ Bung Tomo - pic: wikipedia.org  ~ 

Bila kita menelisik pada masa-masa itu, hal yang dianggap "gaul" adalah berkenaan dengan segala hal yang berhubungan dengan nasionalisme, Kemerdekaan Republik Indonesia adalah Harga Mati! Harga diri sebagai kaum pribumi dengan kekayaan alam yang membumi terus digelorakan sampai titik darah penghabisan.
google.com

Rasa aman, nyaman, dan kedamaian yang kita rasakan sekarang adalah hasil perjuangan para pendahulu kita yang meneteskan darah dan keringat hingga wafat di bumi pertiwi.

Sungguh hebat para pendahulu kita, dalam masa muda yang keras, mereka menginvestasikan seluruh jiwa raga mereka untuk dinikmati penerus mereka, yaitu kita.

Luar biasa...

Mari kita kembali merefleksikan betapa berharganya setiap peluh dan tetesan darah mereka untuk kita...


"Jadul" is "Gak Gaul"? Think Again...




...SELAMAT HARI PAHLAWAN...


#intermezzo
jadul - hehehe

PS:
Happy Birthday Mom, Dra. Rosye Supit

Monday, November 10, 2014 by Bryant Pelleng · 0

Sunday, November 9, 2014

Manfaatkan Waktu Yang Ada!

Catatan Bryant - Waktu adalah suatu hal yang tidak bisa kembali. Tidak terasa, Tahun 2014 akan segera berganti.
Mungkin bahkan ada banyak orang yang tidak menyadari betapa cepatnya 2014 ini berjalan.

Bila berbicara waktu tentu ada banyak hal didalamnya yang merupakan refleksi kehidupan kita selama ini.
Kesempatan, kebahagiaan, kesedihan, prestasi, kemenangan, momen berharga, dan sangat banyak lagi.
~ pic: blogspot.com ~ 

Waktu yang berlalu begitu cepat sebenarnya mengharuskan kita untuk menggunakan atau memanfaatkannya sebaik mungkin.
Memang ada saja kesalahan-kesalahan pemanfaatan waktu di masa lampau yang dapat memberi kita pelajaran berharga, tetapi tentu ketika kita menyadari  betapa berharganya waktu itu maka kita harus dengan penuh perhatian berusaha memanfaatkan waktu itu dengan baik.

Siapa yang dapat mengetahui batas umur kita? Kapan kita berpulang menjadi debu? Hanya Sang Khalik Pencipta Langit dan Bumi.

Banyak hal yang saya belajar waktu-waktu ini.
Betapa banyak penyesalan yang terjadi ketika saya sering 'terlambat' memanfaatkan momentum-momentum emas dalam kehidupan saya hanya karena satu atau dua penundaan kecil.


Manfaatkanlah waktu yang ada, karena kita sering tidak menyadari bahwa satu hal kecil namun maksimal yang kita kerjakan di masa lampau akan membuka satu bahkan beberapa kesempatan besar untuk kita capai.

Kesempatan bersama keluarga, sahabat, waktu kuliah, kerja, dan banyak lagi hal yang harus kita maksimalkan lewat waktu kita.


Saya pun belajar bahwa apapun yang bisa kita maksimalkan mulai sekarang akan berdampak luar biasa dalam kehidupan kita nanti.
Perbesar kapasitas mulai sekarang dan lihat realitas kehidupan kita nanti.

Keberuntungan seringkali berbicara saat ada titik temu antara kesempatan, kapasitas, dan kesiapan.

Mari kita manfaatkan waktu yang ada mulai dari sekarang...!

Sunday, November 9, 2014 by Bryant Pelleng · 0

Sunday, October 5, 2014

Kuda, Lebih Dari Sekedar Hewan Peliharaan

Catatan Bryant - Membahas soal hewan peliharaan tentu tidak ada habis-habisnya, berbicara selera dan rasa tentu berbeda antara satu dengan yang lainnya, meskipun ada pula yang hampir sama.
Kali ini saya menulis mengenai hewan yang sudah sangat familiar dalam kehidupan kita, yaitu Kuda.
kkt 105 - kuda - www.catatanbryant.com
 Berhubung saya saat ini sedang melaksanakan tugas kuliah kerja terpadu (KKT) di desa Pinabetengan Selatan dengan mayoritas pekerjaan masyarakat yang menjadi petani dan peternak (kuda, sapi, ayam, dll), maka saya banyak melihat suatu realita menarik tentang peran kuda dalam kehidupan masyarakat desa tempat saya berada.
Kuda tidak hanya menjadi hewan peliharaan, tetapi menjadi penopang ekonomi masyarakat desa.
Pemandangan kuda yang lalu lalang di sekitar desa bersama pemiliknya bukan menjadi hal yang baru lagi bagi saya.

pinabetengan selatan - kuda - www.catatanbryant.com
Hasil wawancara dengan banyak masyarakat desa tentang peran kuda dalam kehidupan mereka membuat saya sedikit tercengang. Betapa tidak? Kuda yang mungkin bagi sebagian orang hanya sebagai hobi atau hanya sekedar untuk membantu pekerjaan manusia ternyata memiliki peran yang lebih, apalagi bagi warga desa sini.
kuda - www.catatanbryant.com

Masyarakat desa kebanyakan sudah terbiasa hidup bergaul dengan hewan ini sejak mereka masih kecil, bukan itu saja, kuda yang diternakkan ternyata banyak membawa berkah lewat penjualan kuda-kuda dan bahkan ada yang memiliki harga tinggi berkat kemampuannya sebagai kuda pacu.
Ada lagi, masyarakat desa Pinabetengan ternyata banyak pula yang menjadi joki (penunggang kuda pacu) dan sering dikontrak oleh pemilik-pemilik kuda dari luar daerah Sulawesi Utara, ada pula yang dikontrak sebagai pelatih, ada juga sebagai pekerja yang mengurus kuda, dan beberapa diantaranya ada juga yang bekerja pada Bapak Prabowo Subianto untuk membantu beliau mengurus kuda-kudanya.

kuda - www.catatanbryant.com
Wow, hidup diantara masyarakat pecinta kuda membuat saya tertarik memiliki seekor atau beberapa ekor kuda nantinya.
pinabetengan selatan - kkt 105 - kuda - www.catatanbryant.com
Ada kepuasan tersendiri tentunya bagi saya melihat dan bahkan turut pula merasakan 'atmosfer' pecinta kuda yang ada di desa ini.
Perawatan yang cukup lengkap yang harus dipenuhi oleh pemilik ( terlebih untuk kuda pacu) tentu merupakan tantangan tersendiri ketika mengambil keputusan memelihara hewan ini.

Adapun yang saya lihat, orang-orang desa di tempat saya bertugas seperti tidak pernah kenal lelah untuk mengurus kuda-kuda mereka, baik memandikan di pagi hari, memberi makan, melatih kuda pacu, memandikan pada sore hari, memijat kuda, memperhatikan sepatu kuda, dan banyak kegiatan lainnya.
Salut.
pinabetengan selatan - kuda - www.catatanbryant.com
Saya pun menyadari, bahwa kuda bukanlah hanya sekedar hewan peliharaan.
Ada banyak keistimewaan yang dapat membuatnya lebih dari sekedar 'hobi' dan 'kesenangan' belaka.

Salam,


Sunday, October 5, 2014 by Bryant Pelleng · 0

Saturday, September 27, 2014

Bersatu Kita Teguh, Bercerai Kita ...?

Catatan Bryant - Ungkapan diatas menjadi pertanyaan besar bagi sebagian besar rakyat Indonesia sekarang ini. Persatuan dan Kesatuan yang boleh kembali dijunjung setelah Pilpres beberapa saat lalu seakan kembali 'diuji' dengan ditetapkannya RUU Pilkada, dimana Kepala Daerah dipilih oleh DPRD.
ruu pilkada
- pic: detik.com - 

Tarik ulur keputusan sejatinya memang sempat terjadi dalam pembahasan di rapat paripurna DPR, namun dengan banyaknya koalisi yang mendukung keputusan tersebut maka mau tidak mau keputusan tetaplah harus diambil, bahkan dengan cara 'pamungkas' dalam demokrasi, voting.

Sekali lagi, harapan adanya persatuan dan kesatuan dalam penyelenggaraan pemerintahan di negara ini menjadi harapan kita bersama, bahwa keputusan yang menyangkut hajat hidup orang banyak tentunya semata-mata adalah untuk mensejahterakan rakyat, bukan malah pada tendensi untuk memperkaya diri sendiri.

Perbedaan signifikan dapat kita lihat bahwa dari kalangan rakyat lebih memilih untuk pemilihan langsung, dengan pertimbangan agar rakyat dapat menyalurkan hak politiknya, terlebih di Indonesia menggunakan sistem one man, one vote.
Tetapi kembali lagi pada para pengampu kekuasaan legislasi, DPR.
Entah kelanjutannya seperti apa, kita tunggu saja.

*saat ini ada beberapa kalangan yang sementara mempersiapkan diri untuk mengajukan judicial review kepada MA.

Mari tetap bersatu,

Salam Persatuan
bryant pelleng



Saturday, September 27, 2014 by Bryant Pelleng · 0