Sunday, October 5, 2014

Kuda, Lebih Dari Sekedar Hewan Peliharaan

Catatan Bryant - Membahas soal hewan peliharaan tentu tidak ada habis-habisnya, berbicara selera dan rasa tentu berbeda antara satu dengan yang lainnya, meskipun ada pula yang hampir sama.
Kali ini saya menulis mengenai hewan yang sudah sangat familiar dalam kehidupan kita, yaitu Kuda.
kkt 105 - kuda - www.catatanbryant.com
 Berhubung saya saat ini sedang melaksanakan tugas kuliah kerja terpadu (KKT) di desa Pinabetengan Selatan dengan mayoritas pekerjaan masyarakat yang menjadi petani dan peternak (kuda, sapi, ayam, dll), maka saya banyak melihat suatu realita menarik tentang peran kuda dalam kehidupan masyarakat desa tempat saya berada.
Kuda tidak hanya menjadi hewan peliharaan, tetapi menjadi penopang ekonomi masyarakat desa.
Pemandangan kuda yang lalu lalang di sekitar desa bersama pemiliknya bukan menjadi hal yang baru lagi bagi saya.

pinabetengan selatan - kuda - www.catatanbryant.com
Hasil wawancara dengan banyak masyarakat desa tentang peran kuda dalam kehidupan mereka membuat saya sedikit tercengang. Betapa tidak? Kuda yang mungkin bagi sebagian orang hanya sebagai hobi atau hanya sekedar untuk membantu pekerjaan manusia ternyata memiliki peran yang lebih, apalagi bagi warga desa sini.
kuda - www.catatanbryant.com

Masyarakat desa kebanyakan sudah terbiasa hidup bergaul dengan hewan ini sejak mereka masih kecil, bukan itu saja, kuda yang diternakkan ternyata banyak membawa berkah lewat penjualan kuda-kuda dan bahkan ada yang memiliki harga tinggi berkat kemampuannya sebagai kuda pacu.
Ada lagi, masyarakat desa Pinabetengan ternyata banyak pula yang menjadi joki (penunggang kuda pacu) dan sering dikontrak oleh pemilik-pemilik kuda dari luar daerah Sulawesi Utara, ada pula yang dikontrak sebagai pelatih, ada juga sebagai pekerja yang mengurus kuda, dan beberapa diantaranya ada juga yang bekerja pada Bapak Prabowo Subianto untuk membantu beliau mengurus kuda-kudanya.

kuda - www.catatanbryant.com
Wow, hidup diantara masyarakat pecinta kuda membuat saya tertarik memiliki seekor atau beberapa ekor kuda nantinya.
pinabetengan selatan - kkt 105 - kuda - www.catatanbryant.com
Ada kepuasan tersendiri tentunya bagi saya melihat dan bahkan turut pula merasakan 'atmosfer' pecinta kuda yang ada di desa ini.
Perawatan yang cukup lengkap yang harus dipenuhi oleh pemilik ( terlebih untuk kuda pacu) tentu merupakan tantangan tersendiri ketika mengambil keputusan memelihara hewan ini.

Adapun yang saya lihat, orang-orang desa di tempat saya bertugas seperti tidak pernah kenal lelah untuk mengurus kuda-kuda mereka, baik memandikan di pagi hari, memberi makan, melatih kuda pacu, memandikan pada sore hari, memijat kuda, memperhatikan sepatu kuda, dan banyak kegiatan lainnya.
Salut.
pinabetengan selatan - kuda - www.catatanbryant.com
Saya pun menyadari, bahwa kuda bukanlah hanya sekedar hewan peliharaan.
Ada banyak keistimewaan yang dapat membuatnya lebih dari sekedar 'hobi' dan 'kesenangan' belaka.

Salam,


Sunday, October 5, 2014 by Bryant Pelleng · 0

Saturday, September 27, 2014

Bersatu Kita Teguh, Bercerai Kita ...?

Catatan Bryant - Ungkapan diatas menjadi pertanyaan besar bagi sebagian besar rakyat Indonesia sekarang ini. Persatuan dan Kesatuan yang boleh kembali dijunjung setelah Pilpres beberapa saat lalu seakan kembali 'diuji' dengan ditetapkannya RUU Pilkada, dimana Kepala Daerah dipilih oleh DPRD.
ruu pilkada
- pic: detik.com - 

Tarik ulur keputusan sejatinya memang sempat terjadi dalam pembahasan di rapat paripurna DPR, namun dengan banyaknya koalisi yang mendukung keputusan tersebut maka mau tidak mau keputusan tetaplah harus diambil, bahkan dengan cara 'pamungkas' dalam demokrasi, voting.

Sekali lagi, harapan adanya persatuan dan kesatuan dalam penyelenggaraan pemerintahan di negara ini menjadi harapan kita bersama, bahwa keputusan yang menyangkut hajat hidup orang banyak tentunya semata-mata adalah untuk mensejahterakan rakyat, bukan malah pada tendensi untuk memperkaya diri sendiri.

Perbedaan signifikan dapat kita lihat bahwa dari kalangan rakyat lebih memilih untuk pemilihan langsung, dengan pertimbangan agar rakyat dapat menyalurkan hak politiknya, terlebih di Indonesia menggunakan sistem one man, one vote.
Tetapi kembali lagi pada para pengampu kekuasaan legislasi, DPR.
Entah kelanjutannya seperti apa, kita tunggu saja.

*saat ini ada beberapa kalangan yang sementara mempersiapkan diri untuk mengajukan judicial review kepada MA.

Mari tetap bersatu,

Salam Persatuan
bryant pelleng



Saturday, September 27, 2014 by Bryant Pelleng · 0

Friday, August 22, 2014

Kuliah Kerja Terpadu Unsrat

Catatan Bryant - Selamat siang readers. Setelah kurang lebih satu bulan menunggu, akhirnya pelaksanaan kegiatan Kuliah Kerja Terpadu Angkatan 105 Universitas Sam Ratulangi boleh terselenggara.



Rentang waktu antara pembekalan dan pelepasan mahasiswa KKT yang cukup panjang ternyata tidak mengurangi antusiasme para mahasiswa, meskipun ketika di lapangan tetap ada yang merasa khawatir, terlebih bagi mahasiswa yang masih terikat jadwal mata kuliah yang cukup padat.

Saya pun cukup bersemangat dengan kegiatan ini.

Adapun saya ditempatkan di sebuah desa dengan sejarah yang cukup kuat, Pinabetengan, tepatnya di desa Pinabetengan Selatan.

Sekilas saja, Pinabetengan merupakan daerah dengan nilai historis yang sangat tinggi bagi etnis Minahasa. Betapa tidak? Pinabetengan merupakan daerah tempat pembagian suku yang ada di Minahasa yang ditandai dengan adanya batu Pinabetengan yang merupakan saksi sejarah yang tak pernah lapuk dimakan zaman.

Adapun daerah ini banyak dikunjungi orang, terlebih bagi para pemburu hal 'supranatural'. Silahkan search tentang "Batu Pinabetengan" di Google.

Ok, back about Campus.
Saya ditempatkan bersama 9 mahasiswa yang luar biasa. Allan, Dewi, Kityn, Merry, Elis, Devid, Nas, Ayu, dan Dedy.
Allan, Dedy, Hukum Tua, Kityn, Bry
Meskipun berbeda fakultas, tapi kami dipersatukan oleh visi dan semangat untuk memajukan desa dimana kami berada.

Ingin tahu tentang kegiatan kami disini?

Keep stay tune...

Friday, August 22, 2014 by Bryant Pelleng · 4

Monday, August 18, 2014

Kendaraan Impian, Dilema Antara Kebutuhan, Keinginan dan Keadaan

Catatan Bryant - Berbicara tentang kendaraan impian tentu saja membuat kita bersemangat saat membahasnya. Setiap orang pasti memiliki kendaraan impian. Betapa tidak, tuntutan zaman modern yang begitu tinggi dalam profesionalitas dan efisiensi waktu membuat setiap orang membutuhkan akses yang cepat dalam bidang transportasi.
Kendaraan Impian, Dilema Antara Kebutuhan dan Keadaan
gambar: viva.co.id

Kendaraan impian bisa saja seperti mobil Ferrari yang keren, Lamborghini yang kencang, motor Ducati yang 'macho' dan banyak lagi lainnya.
Memang tidak salah memiliki kendaraan impian, tetapi tentunya hal ini akan sangat menjadi dilema bagi orang yang memiliki kemampuan ekonomi terbatas.
Kendaraan Impian, Dilema Antara Kebutuhan dan Keadaan
gambar : wordpress.com

Keinginan memiliki kendaraan yang keren dan menjadi impian tiap waktu bisa saja membuat seseorang tidak berpikir panjang untuk memiliki kendaraan tersebut.
Kendaraan yang mewah dan mahal tentu menuntut perawatan ekstra, dan pastinya anggaran tahunan yang besar pula untuk pajak dan lainnya.

Hal ini tentu tidak berlaku apabila kendaraan impiannya bukan merupakan kendaraan mahal. Rajawali raksasa mungkin, hehe (intermezzo).


gambar : goodreads.com
Bagi saya, memiliki kendaraan impian tentu harus diimbangi dengan kemampuan ekonomi (keadaan) dan tentunya faktor kebutuhan.
Mungkin saja hasrat memang 'membutuhkan' kendaraan tersebut, tetapi pertanyaannya apakah skala prioritas kebutuhan kita juga sama?

Apabila memang menjadi kebutuhan tentu tidak masalah, kecuali bagi yang kemampuan ekonomi yang terbatas. Belum lagi dengan beban kredit yang bisa mencekik leher bagi yang terlanjur 'basah' dengan cicilan yang tinggi.

Next,
Mungkin bila ditanya, kendaraan impian saya adalah:
Kendaraan Impian, Dilema Antara Kebutuhan, Keinginan dan Keadaan
Kawasaki Z800

Ya, sebuah moge, tetapi itu hanya impian, nyatanya saya tidak butuh motor mahal tersebut, karena selain kemampuan ekonomi, juga faktor kebutuhan dimana saya tidak butuh motor tersebut untuk hanya pulang-pergi kampus. Kendaraan saya sekarang sudah lebih dari cukup.

Tetapi, meski tidak butuh bukan berarti saya tidak berusaha untuk bisa memboyong kendaraan tersebut.
Mendapatkan kendaraan impian tentunya bisa diusahakan, jadi selain berusaha lewat meningkatkan kemampuan ekonomi, tetapi juga meningkatkan wawasan ataupun informasi terkait dengan kendaraan tersebut.
Mencari informasi perkembangan harga misalnya. Internet, majalah, koran, dan media televisi bisa saja menjadi referensi untuk harga dan lain sebagainya.
Siapa tahu misalnya kendaraan impian kita ternyata didiskon besar-besaran?
(Honda CBR150R & Suzuki Inazuma misalnya).

Berbicara usaha tentu juga seperti mencari tahu harga baru dan bahkan bisa saja barang second (namanya juga kendaraan impian, mau baru atau bekas yang penting....... # jawab sendiri, hehe)

Lanjut, usaha untuk menambah wawasan dan referensi saya lakukan lewat surfing di Internet.
Ada banyak situs yang bisa dijadikan acuan, www.carmudi.co.id misalnya.


Adapun referensi lainnya juga bisa kita lihat di blog-blog otomotif, iwanbanaran.com misalnya. 
Ya, intinya perbanyak referensi tentunya.

Lanjut, tentu apabila ingin mencari kendaraan impian anda jangan lupa pertimbangkan tahun produksi, ketersedian spare part dan bahkan asuransi seperti Jasa Raharja, dan lain-lain (apalagi bila yang dibeli merupakan barang bekas misalnya).
Jangan sampai perjuangan besar untuk mendapatkan kendaraan tersebut ternoda oleh ketidakhati-hatian kita memilih.


Well, semuanya kembali lagi pada kita. Keputusan kita tentu harus disertai pertimbangan yang matang, baik oleh keluarga, teman-teman, kebutuhan, dan tentunya kemampuan ekonomi kita.

Pada akhirnya, selamat memiliki kendaraan impian, entah kapan waktunya tetapi yakini dan percaya tidak ada yang terlalu mustahil apabila disertai dengan ketekunan dan doa kepada Yang Maha Kuasa (jangan sombong yaa kalau sudah punya...)

Salam...

Monday, August 18, 2014 by Bryant Pelleng · 2